Rabu, 10 September 2014



Masjid Kauman merupakan salah satu bukti peninggalan kebudayaan islam di Semarang. Masjid ini terletak di dekat pasar Johar, berada di kawasan Kauman dan dekat pula dengan kawasan pecinan. Bangunan ibadah ini didirikan sekitar abad 16 Masehi oleh Kiai Ageng Pandanaran.

Masjid Kauman sudah berkali-kali mengalami renovasi. Kiai Adipati Surohadimenggolo III, sebagai Bupati Semarang kala itu, memperluas Masjid itu pada tahun 1759-1760. Pembangunan perluasan Masjid ditandai dengan tiga buah inskripsi yang kini masih tertempel di gapura utama masjid yang bertuliskan huruf Jawa, Latin, dan Arab. Tulisannya bahkan masih sangat jelas terbaca walaupun sudah usang dimakan usia.

Masjid kembali direnovasi saat RM Tumenggung Ario Purboningrat berkuasa pada 1867. Lalu, direnovasi lagi pada tanggan 23 April 1889 oleh Asisten Residen Semarang GI Blume dan Bupati R Tumenggung Cokrodipuro. Seorang arsitek berkebangsaan Belanda bernama GA Gambier dipercaya untuk merenovasi Masjid tersebut. Meskipun sekarang telah dibangun MAJT (Masjid Agung Jaw tengah) yang lebih besar dan megah, keberadaan Masjid Kauman tetap dipertahankan. Sampai sekarang, Masjid Kauman tetap dijadikan sebagai tempat penyelenggaraan tradisi Dugderan yang merupakan peringatan awal bulan Ramadan. Sebuah tradisi yang dilakukan secara turun-temurun sejak dahulu kala. 

Copyright © Andre Derabal | Powered by Blogger