Senin, 15 September 2014

'Monyet' pun Punya Rumah di Semarang

Posted by Dina Cahyaningtyas in ,




Hal pertama yang terlintas dalam benak ketika mendengar kata Gua Kreo adalah... Monyet. Eh..., eh, saya tidak bermaksud untuk mengejek atau menghina, atau.. ehm... mengumpat. Tapi memang benar saya keingetan dengan monyet. Memang di wilayah sekitar Gua Kreo ini kita bisa menjumpai begitu banyak ratusan monyet yang sudah ada bahkan semenjak jaman para sunan.

Nama Kreo pada Gua Kreo memiliki arti ‘jagalah’ atau ‘peliharalah’ yang berasal dari kata mangreho. Hal ini tak bisa lepas dari Legenda mengenai Sunan Kalijaga dan para monyet yang ada di sana. Jadi ceritanya, pada waktu itu Sunan Kalijaga sedang mencari kayu jati untuk pembangunan Masjid Agung Demak. Dalam perjalanan tersebut sang Sunan bertemu dengan sekawanan kera yang kemudian beliau suruh untuk menjaga kayu jati yang dibawanya. Maka dari itulah, area tempat tersebut pun akhirnya menjadi bernama Gua Kreo.

Kawasan Wisata Goa Kreo Semarang ini berada di Dukuh Talun Kacang, Desa Kandri, Kecamatan Gunungpati, Semarang. Untuk mencapai mulut Gua, kita diharuskan melewati anak tangga yang cukup banyak dan curam. Selama di perjalanan menuju mulut gua, kita menikmati pemandangan indah di sekitar sekaligus bercanda dengan para monyet. (Iya, itu kalau memang bisa disebut bercanda). Di sini terdapat air terjun yang berasal dari berbagai sumber mata air yang jernih dan tidak kering meski musim kemarau panjang. 

Memang, monyet-monyet yang ada di Goa Kreo ini adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), monyet yang ada di sini termasuk monyet yang cukup jinak, dan bisa bergaul dengan warga di sekitar Goa Kreo. Namun, tetaplah berhati-hati dengan mereka, terutama ketika mereka meminta makanan. Salah-salah, bisa-bisa barang-barang kita diambil oleh monyet-monyet ini. Sebaiknya saat bersiwata kemari, jangan mengenakan sesuatu yang terlalu mencolok, terutama perhiasan.

Selain menikmati keindahan alam serta berteman (iya kali berteman) dengan para monyet, kita bisa melihat seperti apa waduk jatibarang dari tempat tersebut. Waduk ini baru saja selesai dibangun dan bisa menjadi destinasi wisata baru yang bisa dikunjungi.
Copyright © Andre Derabal | Powered by Blogger